(tulisan ini diadopsi dari kompas.com)
Beberapa hari setelah interview, Andi terkejut bukan kepalang. Bukan karena diterima di perusahaan dimana dia telah melamar, namun dia ditolak. Berita itu sungguh diluar dugaannya. Sebelumnya dia sudah begitu yakin, kalau dirinya akan diterima. Lantas mengapa dia ditolak?
Anda, tentu pernah mengalaminya bukan? Lamaran Anda ditolak, padahal Anda sudah begitu yakin kalau diterima. Lantas, hal apa yang perlu kita perhatikan supaya kita dapat diterima di perusahaan dimana kita malamar. Berikut beberapa tips, semoga berguna.
1. Tulislah Alamat, No. Telpon/Handphone, Email Anda dengan lengkap dan jelas di surat lamaran Anda
Ini adalah perkara yang sepele, namun banyak pelamar yang melewatkannya. Ketika seorang pencari tenaga kerja melakukan saringan awal dan menemukan Anda menarik baginya maka dia akan menghubungi Anda. Adalah kesalahan yang fatal apabila Anda tidak mencantumkan alamat atau nomor kontak yang bisa dihubungi karena dengan tidak adanya nomor atau alamat Anda yang bisa dihubungi maka hilang sudah kesempatan Anda untuk mendapatkan pekerjaan baru.
2. Persiapkanlah Interview atau Wawancara Anda
Ketika Anda dapat panggilan untuk interview maka Anda hendaknya mempersiapkannya. Carilah informasi sebanyak dan selengkap mungkin tentang perusahaan itu. Ketika nantinya Anda ditanya dan Anda dapat memberikan keterangan yang lengkap tentang perusahaan maka Anda akan mendapatkan nilai plus, karena perusahaan melihat Anda serius dalam mempersiapkan interview, Anda memiliki ketertarikan pada perusahaannya. Baik pula, jika Anda kembali mendalami dasar atau teori teknis tentang pekerjaan Anda. Misalnya Anda kembali membuka job description Anda sebelumnya.
3. Jawablah setiap pertanyaan interviewer dengan yakin.
Tunjukkan bahwa Anda yakin dengan jawaban Anda. Tunjukkan konsistensi jawaban Anda. Apabila Anda tidak tahu jawaban atas pertanyaan yang diajukan interviewer maka jawablah dengan jujur bahwa Anda tidak tahu dan akan berusaha mencari tahu lanjut atau menanyakan kepada interviewer dengan maksud memperkaya wawasan Anda bukan dengan maksud mencobai interviewer. "Maaf, saya tidak tahu dan saya akan mencoba mencari tahu, atau apabila bapak/ibu berkenan bisa menjelaskannya kepada saya, apakah jawaban yang benar", adalah jawaban diplomatis bila Anda tidak dapat menjawab pertanyaannya.
4. Tunjukkan kesan positif seperti percaya diri, menghargai orang lain, dan perhatian.
Cara yang dapat Anda lakukan misalnya, jabat tangan interviewer dengan cukup kuat, jangan terlalu kuat dan jangan pula terlalu lemah. Tunjukkan pandangan mata secukupnya pada interviewer. Berilah intonasi yang jelas pada kata-kata Anda. Jangan menunjukkan kesan memberontak atau melawan atas apa yang disampaikan oleh interviewer. Ingatlah interviewer juga menggali seperti apakah sikap/attitute Anda.
Dan jangan lupa "sukses adalah hak Anda"!
Tampilkan postingan dengan label interview. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label interview. Tampilkan semua postingan
Interview Untuk Analisis Jabatan
Salah satu metode yang dapat dilaksanakan untuk mendapatkan data primer adalah interview. Interview suatu proyek analisa jabatan dilaksanakan dengan interviewee yang terdiri dari incumbent (pemangku jabatan), superior (atasan), subordinate (bawahan), peers (rekan kerja, yang selevel pangkat/jabatan).
Persiapan Interview
Sebelum melaksanakan interview, interviewer sebaiknya melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan antara lain persiapan materi pertanyaan. Materi pertanyaan hendaknya dibuat berdasarkan data-data apa saja yang ingin diketahui. Untuk mempermudah menyusun pertanyaan maka interviewer sebaiknya mencermati dokumen-dokumen job description yang umum dipakai. Maka, dalam dokumen itu akan ditemukan beberapa hal yang akan digali dalam interview. Hal yang dimaksud antara lain maksud jabatan (menjawab pertanyaan “untuk apa sebenarnya posisi ini ada dalam organisasi), tugas-tugas yang dikerjakan, mulai dari tugas rutin dan non rutin, stakeholders, tantangan, hambatan, kesulitan dalam pekerjaan. Selanjutnya adalah relevan untuk ditanyakan mengenai standar kompetensi minimal yang dibutuhkan supaya dapat mengerjakan tugas dengan performance yang rata-rata (average performance).
Selain materi, interviewer juga menyiapkan peralatan seperti alat rekam dan alat tulis. Alat rekam diperlukan supaya dalam analisa atau pengolahan interview, interviewer dapat terbantu untuk kembali mencermati hasil percakapan. Alat ini juga membantu interviewer untuk lebih fokus mendengarkan jawaban interviewee dan tidak terlalu sibuk mencatat.
Pelaksanaan Interview
Pada saat pelaksanaan interview, sebaiknya diciptakan suasana yang nyaman, tidak tegang dan terbuka. Ada kesan, interviewee seolah merasa diselidiki karena pertanyaan interviewer yang memang menggali informasi. Oleh karena itu, interviewer hendaknya menjelaskan lebih dahulu maksud atau tujuan adanya interview itu dan apa yang akan dihasilkan dari proses interview yang dilaksanakan.
Pengolahan Data
Setelah mendapatkan data dari semua interviewee, maka interviewer akan mengolah data. Proses pengolahan data dapat dilakukan dengan menyalin atau memparafrasekan hasil interview yang ada dalam rekaman suara dan catatan. Kemudian, analis mulai menyusun draft job description dengan format yang telah disetujui. Draf inilah yang akan dikembangkan menjadi sebuah uraian pekerjaan yang dilengkapi data dari sumber lain.
Persiapan Interview
Sebelum melaksanakan interview, interviewer sebaiknya melakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan antara lain persiapan materi pertanyaan. Materi pertanyaan hendaknya dibuat berdasarkan data-data apa saja yang ingin diketahui. Untuk mempermudah menyusun pertanyaan maka interviewer sebaiknya mencermati dokumen-dokumen job description yang umum dipakai. Maka, dalam dokumen itu akan ditemukan beberapa hal yang akan digali dalam interview. Hal yang dimaksud antara lain maksud jabatan (menjawab pertanyaan “untuk apa sebenarnya posisi ini ada dalam organisasi), tugas-tugas yang dikerjakan, mulai dari tugas rutin dan non rutin, stakeholders, tantangan, hambatan, kesulitan dalam pekerjaan. Selanjutnya adalah relevan untuk ditanyakan mengenai standar kompetensi minimal yang dibutuhkan supaya dapat mengerjakan tugas dengan performance yang rata-rata (average performance).Selain materi, interviewer juga menyiapkan peralatan seperti alat rekam dan alat tulis. Alat rekam diperlukan supaya dalam analisa atau pengolahan interview, interviewer dapat terbantu untuk kembali mencermati hasil percakapan. Alat ini juga membantu interviewer untuk lebih fokus mendengarkan jawaban interviewee dan tidak terlalu sibuk mencatat.
Pelaksanaan Interview
Pada saat pelaksanaan interview, sebaiknya diciptakan suasana yang nyaman, tidak tegang dan terbuka. Ada kesan, interviewee seolah merasa diselidiki karena pertanyaan interviewer yang memang menggali informasi. Oleh karena itu, interviewer hendaknya menjelaskan lebih dahulu maksud atau tujuan adanya interview itu dan apa yang akan dihasilkan dari proses interview yang dilaksanakan.
Pengolahan Data
Setelah mendapatkan data dari semua interviewee, maka interviewer akan mengolah data. Proses pengolahan data dapat dilakukan dengan menyalin atau memparafrasekan hasil interview yang ada dalam rekaman suara dan catatan. Kemudian, analis mulai menyusun draft job description dengan format yang telah disetujui. Draf inilah yang akan dikembangkan menjadi sebuah uraian pekerjaan yang dilengkapi data dari sumber lain.
Langganan:
Postingan (Atom)