Kompetensi, Apakah Itu?

Kata kompetensi sudah menjadi kata yang paling kerap terdengar di dunia HRD. Lantas apakah sebenarnya kompetensi itu? Kompetensi adalah karakteristik mendasar yang akan mengakibatkan seseorang mencapai prestasi kerja yang menonjol. Kompetensilah yang membedakan seseorang yang berprestasi unggul (outstanding performer) dengan yang berprestasi rata-rata (average performer).


Bahkan ada pengelompokan atau klasifikasi kompetensi. Kurang labih ada dua puluh kompetensi yang sering ditemukan untuk memprediksi kesuksesan dalam jalur profesional dan manajerial. Keduapuluh kompetensi tersebut dapat dilihat dalam enam kelompok antara lain : Achievement, Helping/Service, Influence, Management, Cognitive dan Personal Effectiveness.

Kompetensi Achievement meliputi Achievement Orientation, Initiative dan Concern for Quality atau Order.

Achievement Orientation terdiri dari satu set tingkah laku yang dihubungkan dengan goal-setting, efficiency dan Innovation. Hal ini didorong oleh perhatian untuk adanya perbaikan/kemajuan yang dikenal sebagai Motivasi untuk Berprestasi (Achievement Motivation), tapi lebih menggambarkan tingkah laku daripada pemikiran.

Initiative, didefinisikan sebagai keinginan untuk melakukan lebih daripada tugas-tugas yang dibutuhkan (“usaha suka rela”) dan melakukan sesuatu sebelum diminta atau dipaksa oleh keadaan (antisipasi). Dengan adanya Initiative, orang dapat mengambil bagian dari sasaran yang lain daripada pencapaian tujuan (misalnya Influence), initiative adalah faktor yang konsisten dengan kelompok Achievement, karena perilaku entrepreneurial dan innotiative biasanya juga meliputi initiative.

Concern for Quality and Order (memonitor untuk memastikan bahwa tugas-tugas sudah diatur secara efisien dan sesuai dengan standar) adalah tingkat yang paling bawah dari Achievement, yang pada dasarnya adalah standar yang tinggi dari gabungan yang baik sekali antara ketakutan yang sangat tinggi akan kegagalan, adanya obsesi untuk “memeriksa kembali”.

Kompetensi Helping / Service dihubungkan dengan profil motif “menolong” (memiliki motif afiliasi yang lebih tinggi daripada motif Achievement dan Power Motivation).

Interpersonal Understanding meliputi adanya kompetensi seperti misalnya kehangatan, empati yang akurat, keikhlasan yang cenderung banyak ditemukan pada konselor yang efektif.

Customer Service Orientation, dapat mengerti dan memenuhi kebutuhan orang lain, termotivasi untuk memberikan bantuan terhadap orang lain.

Kompetensi Helping/Service diprediksikan akan membuat orang berhasil untuk pekerjaan yang memberikan jasa atau pertolongan kepada manusia, misalnya : guru, konselor, konsultan, terapis, pekerja sosial, perawat rumah sakit, perawat di rumah dan customer service representatives.

Kompetensi Influence didorong oleh perhatian untuk personal impact atau “socialized” power motivation (kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, misalnya dengan mengatakan “ayo bagus”). Socialized Power dibedakan dari “personalized” power motivation (power itu digunakan untuk kekuasaan diri). Kompetensi Influence meliputi perbujukan dan kemampuan untuk mempengaruhi (kesadaran berorganisasi, hubungan relasi, pengaruh dan tingkah laku mempengaruhi): mengetahui siapa yang akan dipengaruhi.

Kompetensi Manajerial, yang termasuk di dalam kompetensi ini adalah mengembangkan orang lain (pendekatan dengan bawahan untuk mengembangkan ketrampilan mereka), Directiveness (dengan tegas memberikan perintah secara langsung), Teamwork and Cooperation (dapat bekerjasama dalam satu kelompok), Team Leadership (mulai dari mampu mengendalikan suatu pertemuan yang mulai memanas sampai memberikan/menunjukkan kharisma dalam kata-kata yang diucapkan sehingga dapat membangun motivasi dan komitmen terhadap anggota organisasi).

Kompetensi Cognitive meliputi Technical Expertise, Analytical Thinking, Conceptual Thinking dan Information Seeking.
Seorang yang ahli dalam bidang teknik (Technical Expertise) selalu menggunakan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah. Tingkat yang lebih tinggi, perilaku yang superior itu tidak bertindak sebagai experts (ahli) tapi lebih sebagai utusan yang secara aktif akan memberikan pertolongan dan mempromosikan teknologi yang baru. Pemikir analitis (Analytical Thinking) berkemampuan untuk menganalisa sistem dengan informasi yang kompleks dan menghiasi data dengan kesimpulan yang ada sebab-akibatnya. (jika terjadi X, kemudian Y tampaknya akan terjadi), dengan prioritas (A lebih penting daripada B) dan dengan urutan waktu (lakukan N pada saat 1 supaya bisa melakukan M pada saat 2). Pemikiran konseptual (Conceptual Thinking) menggunakan konsep belajar untuk menciptakan konsep baru, dan untuk membuat pengertian baru dari data- data yang tidak teratur. Pencari Informasi (Information Seeking) meliputi pengumpulan dan menggunakan informasi untuk memecahkan masalah dan issu penyelidikan sebelum mengambil keputusan.

Technical Expertise, Information Seeking, Analytical Thinking dan Conceptual Thinking penting di dalam teknik/profesional dan tingkat manajer yang lebih bawah; kemampuan konseptual yang lebih tinggi diramalkan akan sukses pada profesional senior dan pekerjaan manajerial yang membutuhkan perencanaan dan pemikiran yang strategi.

Kompetensi Personal Effectiveness meliputi karakter seperti kerpercayaan diri (self-confidence), kontrol diri (self-control), fleksibilitas (Flexibility), Organizational Commitment yang tidak dapat dikelompokkan dalam salah satu kelompok kompetensi yang ada, dan dapat meramalkan perilaku superior dalam variasi pekerjaan yang luas. Semua kualitas ini umumnya dihubungkan dengan kematangan pribadi.

Dengan pengecualian kelompok Personal Effectiveness, kompetensi dikelompokkan berdasarkan maksud (intention) dikeluarkannya perilaku tersebut dan bukan oleh uraian dari perilaku itu sendiri. maksud (=Intention) dapat berupa motif satu-satunya atau beberapa motif yang beraksi bersama dalam proporsi yang berbeda-beda. Contoh: Mengembangkan orang lain (Developing Others) didefinisikan oleh niat untuk membantu orang lain mengembangkan pengetahuan atau ketrampilan atau karakteristik pribadi; Impact and Influence oleh niat mempengaruhi, membujuk atau mempunyai pengaruh terhadap orang lain; Achievement Motivation oleh maksud melakukan sesuatu dengan cara yang lebih baik.

Memperlihatkan suatu perilaku tertentu mengindikasikan kemungkinan yang bertambah besar bagi diperlihatkannya lebih banyak perilaku yang ditampilkan dengan niat yang sangat mirip, tetapi tidak harus lebih banyak perilaku yang sama secara struktur, tapi berbeda dalam niat yang melatarbelakanginya.

Misalnya, “Delegasi” bukanlah suatu kompetensi karena perilaku delegasi ditampilkan dalam beberapa kompetensi, bergantung pada niat yang melandasinya: Seseorang dapat melakukan delegasi demi kepentingan efisiensi (=Achievement Motivation), untuk menjadikan dirinya Pemimpin (=Team Leadership), untuk memampukan orang lain mengembangkan kemampuan mereka (=Developing Others), dan sebagainya.
Perilaku “Melakukan Delegasi dalam rangka mengembangkan kemampuan orang lain” lebih dapat diandalkan untuk memperkirakan bahwa perilaku lain sebagai perwujudan kompetensi Developing Others, seperti “memberi umpan balik untuk mendukung pengembangan kemampuan orang lain” akan ditampilkan, dibandingkan dengan kemampuan untuk memperkirakan bahwa perilaku yang dikendalikan Achievement Motivation seperti “Melakukan Delegasi dalam rangka terlaksananya pekerjaan secara paling efisien” dapat ditampilkan.

Sebegitu banyaknya kompetensi lantas muncul pertanyaan: apakah bisa seorang pekerja menguasai semua kompetensi itu? Tentu saja bisa, jawabnya. Caranya? Nah, ini yang tidak mudah.

9 komentar:

kurye mengatakan...

gzl ödüller almışsınız gördüğüm kadarıyla

kurye mengatakan...

Your blog could have been more comments if you put it on Facebook page using iframe. I found the link that will put your whole Wordpress website within Facebook

motorlukurye mengatakan...

Thanks for writing this, it was quite helpful and told a lot

motokurye mengatakan...

So youre looking to get a bigger penis? Ive been there myself. I know how infuriating and confusing the available information out there is! I would read one site that would tell me to invest in penis male enlargement pills. Another would suggest that the best way is using gadgets such as pumps or extenders. Who do you believe?

motorlu kurye mengatakan...

I know youve heard this one, Garbage in, garbage out.

batmayan mayo mengatakan...

good

fare kovucu mengatakan...

I think it is very nice

elektronik sigara mengatakan...

çok güzel

elektronik sigara mengatakan...

Your blog could have been more comments if you put it on Facebook page using iframe